Apa yang akan kita lakukan ketika kita tidak tahu jalan ke suatu tempat yang ingin kita tuju?
***
Dua hari ini kuhabiskan bersama teman-teman sekelasku, PMS’38 (Pendidikan Matematika Subsidi 2011) dalam rangkaian acara Makrab kelas di Daerah Parangtritis.
Seingatku aku pernah melewati jalan Parangtritis sampai km 10, tapi kalau disuruh mengulangi jalan yang ditempuh dari UNY kesana sepertinya aku tidak akan ingat :D
Alhamdulillah kami berangkatnya rombongan, jadi aku tinggal mengikuti motor di depanku.
Kulihat spidometerku menunjukkan 50km/jam, kadang 60km/jam.. Bagiku itu sudah melebihi kecepatanku yang biasanya..
Biasanya maks 30-40km/jam, karena kalo naik motor sendiri sambil murojaah (semoga ini bukan sebuah riya’ hanya ingin berbagi salah satu cara memanfaatkan waktu di motor :) ) atau sambil ngobrol dengan teman yang kuboncengi.
Berhubung kondisi yang tak tahu jalan, mau tak mau aku harus menambah kecepatan dan tak mengobrol (pernah boncengan sambil ngobrol akhirnya ketinggalan rombongan yang mau jenguk mb Imaroh ke RS Sardjito akhirnya aku malah nyasar mau ke DS, mungkin insting dan ga konsen -_- )
Sepanjang perjalanan mataku fokus melihat motor di depanku.. Pokoknya ga boleh ketinggalan.. Biar bisa nyampe kesana..
Tahukan kawan? Sempet-sempetnya di jalan aku mikir..






