Selasa, 03 Juli 2012

Ciri – Ciri, Kekuatan, dan Kelemahan Sangunis, Koleris, Melankolis, Pleghmatis

Ada empat kepribadian utama yang dimiliki manusia. Yang pertama kali menemukannya adalah Hippocrates pada 400 tahun SM. Dan sampai sekarang, ke empat kepribadian ini tetap dijadikan acuan untuk mengenali sifat seseorang.
        Pengetahuan tentang kepribadian ini sebenarnya hanya ditujukan untuk mengetahui bagaimana kita mengenali diri kita sendiri. Menyadari potensi yang dimiliki kemudian mengembangkannya, juga menutupi kekurangan yang ada pada diri kita sendiri.
 
4 karakter manusia
Dari sini anda akan mengetahui, apakah anda :
  • Seorang Sanguinis yang spontan, lincah, dan periang
  • Seorang Melankolis yang penuh pikiran, setia, tekun
  • Seorang Koleris yang suka petualangan, persuasif, percaya diri
  • Seorang Phlegmatis yang ramah, sabar, puas
  • Atau bisa juga perpaduan diantara kepribadian diatas.

“Setelah kita tahu siapa diri kita dan mengapa kita bertindak dengan cara seperti yang kita lakukan, kita bisa mulai memahami jiwa kita, meningkatkan kepribadian kita, dan belajar menyesuaikan diri dengan orang lain.”

Sabtu, 30 Juni 2012

Pesan seorang Ayah pada putrinya, saat masa itu tiba..

 Terharu saat baca ini, semoga kelak berguna saat masa itu telah tiba :')

1. sejujurnya, berat hatiku memberikan restu | bukan karena kurang budi lelaki yang kau pilih, melainkan betapa sepi abi ditinggal olehmu

2. bila abi harus memilih, tentu agar engkau berada disamping abi selamanya | namun abi pahami kau miliki kehidupan, abi hanya belum biasa

3. abi kenang saat kita bertamasya berdua, bercanda dan tertawa kelakar | walau tak ada satupun gambar merekam, ingatan abi belumlah pudar

4. ribuan kali abi berbicara hadapi ramai hadirin | tak sekalipun bibir abi kelu kecuali saat ini, saat engkau berhias putih pengantin

5. mungkin kau takkan pernah pahami, tapi serahkan putri yang telah kaujaga tetap salihah | percayalah itu bukan hal yang mudah

6. mungkin kapal akan tetap aman bila berada di dermaga, namun bukan itu tujuannya dirakit | begitupun sekarang engkau mesti berakit

7. bila yang kaya hadiahkan harta, maka abi bukan yang kaya | maka abi hadiahkan kepadamu beberapa kata

8. engkau tidak pernah abi didik hanya untuk menjadi seorang istri | namun menjadi ibu yg membimbing dan lindungi buah hati

Jumat, 29 Juni 2012

Kesaksian Orang Mati Suri, Cerita Nyata tentang Kematian & Alam Barzah

RENUNGAN!!! RUGILAH YANG TIDAK MEMBACANYA

"Kesaksian Orang Mati Suri"

Begitulah judul cerita kali ini dari teman kita "Ella Az-Zahra" yang di bagikan di inbox, salah satu FP milik sahabat kami.

       Aslina adalah warga pekan baru yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu. Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

   
 Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan pembuka.
       Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim. Sejak kecil cobaan telah datang pada dirinya. Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali operasi. Menjelang usia SMA ia termakan racun. Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena gondok (hipertiroid) . Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya. Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani check-up atas gondoknya di Rumah Sakit di jakarta. Setelah itu, Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa dioperasi. "Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan," jelas Rustam. Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah. Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa

Selasa, 05 Juni 2012

Akun Facebook setelah kita Meninggal (Renungan)

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum
Konsekwensi apakah yang akan kita terima di akhirat kelak jika akun faceook atau twitter kita berisi dengan berbagi cerita macam-macam dengan foto-foto yang cantik dan tampan. Kadang kita juga menuangkan status-status yang mungkin menggambarkan kondisi kita pada saat iman kuat (mengingatkan hal-hal yang baik) atau iman lemah (mengeluh, mengumpat, dsb.). Apakah pahala dan dosa kita akan terus bertambah? Wassalam
Dari: Chriestian Ywss